KUA Pabuaran Gelar Bimbingan Pranikah: Bahas Pencegahan Stunting dan Bahaya Judi Online demi Keluarga Harmonis

Pabuaran, 5 November 2024 (KUA Pabuaran)

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pabuaran kembali menggelar Bimbingan Perkawinan Pranikah yang dihadiri oleh enam pasang calon pengantin pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kesiapan pernikahan, termasuk pencegahan stunting pada anak dan bahaya judi online yang dapat merusak keutuhan rumah tangga.

Pembekalan dalam kegiatan ini disampaikan oleh dua narasumber utama, yaitu Penyuluh Agama Islam KUA Pabuaran, Abdul Rohmat Sapawi, dan perwakilan dari UPTD Puskesmas Pabuaran, Dewi Bayu Astuti, A.Md.Keb. Keduanya memberikan pandangan dari perspektif agama dan kesehatan mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Abdul Rohmat Sapawi dalam materinya menyinggung bahaya judi online yang kian marak. Ia mengingatkan bahwa judi online dapat menjadi penyebab rusaknya keharmonisan rumah tangga. “Judi online itu tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga bisa mengikis kepercayaan dan rasa aman dalam keluarga. Kecanduan judi sering kali menjadi akar konflik yang mengarah pada keretakan rumah tangga,” tegas Abdul Rohmat. Ia menambahkan bahwa calon pasangan suami-istri harus memiliki komitmen kuat dalam menghindari aktivitas yang berisiko merusak fondasi keluarga.

Dewi Bayu Astuti, A.Md.Keb., dari UPTD Puskesmas Pabuaran, menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pentingnya mencegah stunting. Dalam paparannya, Dewi menekankan bahwa stunting adalah salah satu masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Calon pengantin diingatkan akan pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting pada anak. “Gizi yang baik sangat diperlukan bagi calon ibu dan janin untuk memastikan perkembangan anak yang optimal. Dengan menghindari stunting, kita tidak hanya menjaga kesehatan anak, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” jelas Dewi.

Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan. Salah seorang calon pengantin menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat, terutama bagi mereka yang baru pertama kali akan memasuki kehidupan rumah tangga. “Selain belajar tentang membangun keluarga sakinah, kami jadi paham pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan menghindari hal-hal negatif seperti judi online,” ungkapnya.

KUA Pabuaran berharap melalui program bimbingan ini, calon pengantin tidak hanya siap secara mental dan emosional, tetapi juga memahami faktor-faktor yang dapat menghambat atau merusak kehidupan rumah tangga, termasuk bahaya judi online dan risiko stunting. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, diharapkan para pasangan ini dapat membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera.

Dokumentasi Kegiatan

Bagikan