Pabuaran, 20 November 2024 (KUA Pabuaran)
Kantor Urusan Agama (KUA) Pabuaran kembali menyelenggarakan pengajian rutin mingguan kitab Kifayatul Akhyar pada hari Rabu, yang diikuti oleh seluruh pegawai KUA. Pada kesempatan kali ini, tema pembahasan yang diangkat adalah tentang mahar pernikahan, salah satu aspek penting dalam hukum pernikahan Islam.
Acara dibuka oleh Kepala KUA Pabuaran, H. Muhamad Yusuf, S.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami ketentuan syariat Islam secara mendalam, khususnya dalam tugas pelayanan masyarakat. “Melalui pengajian ini, kita harapkan semua pegawai KUA semakin memahami aspek-aspek syariat sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai tuntunan agama,” ungkapnya.
Pembacaan kitab dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam yang bertugas di KUA Pabuaran. Dalam pembahasannya, ia menjelaskan pengertian mahar, hukum pemberian mahar, serta adab yang harus diperhatikan oleh kedua mempelai dalam menetapkannya. Mahar, menurut kitab Kifayatul Akhyar, merupakan hak istri yang diberikan suami sebagai bentuk penghormatan dan simbol tanggung jawab.
Selain pembahasan teoritis, sesi pengajian juga diisi dengan diskusi interaktif. Para pegawai KUA aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait kasus-kasus mahar yang kerap dihadapi dalam pelayanan kepada masyarakat. Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta terhadap penerapan hukum mahar dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengajian rutin ini menjadi salah satu program unggulan KUA Pabuaran dalam rangka membina pegawainya agar memiliki pemahaman agama yang kuat. Selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah di antara pegawai KUA.
“Dengan adanya pengajian rutin ini, kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam memberikan nasihat dan solusi kepada masyarakat, terutama terkait persoalan pernikahan,” ujar salah seorang pegawai yang mengikuti acara.
Pengajian kitab Kifayatul Akhyar akan terus berlanjut dengan berbagai tema menarik lainnya setiap minggu, sebagai bagian dari komitmen KUA Pabuaran untuk meningkatkan kompetensi dan spiritualitas pegawai dalam melayani umat.











