Pengajian Rutin Mingguan KUA Pabuaran Bahas Kadar Maskawin dalam Kitab Kifayatul Akhyar

Pabuaran, 15 Januari 2025 (KUA Pabuaran)

KUA Pabuaran kembali menggelar pengajian rutin mingguan yang berlangsung pada hari ini dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh pegawai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pabuaran, H. Muhamad Yusuf, S.Ag., yang memberikan arahan penting terkait tema yang dibahas.

Dalam pengajian kali ini, tema yang diangkat adalah “Kadar Maskawin dalam Perspektif Kitab Kifayatul Akhyar”. Kitab ini merupakan salah satu kitab fiqh yang sering dijadikan rujukan dalam pembahasan hukum Islam. Penyuluh Agama PPPK KUA Pabuaran, Jehan Ahmad Z. A., S.Sy., bertugas membacakan dan menjelaskan isi kitab tersebut kepada para peserta pengajian.

Jehan Ahmad Z. A., S.Sy., memulai kajian dengan mengutip bagian dari Kitab Kifayatul Akhyar yang mengulas tentang pentingnya menentukan kadar maskawin yang sesuai dengan kemampuan calon mempelai pria. Dalam kitab tersebut juga ditegaskan bahwa maskawin bukan sekadar bentuk pemberian material, tetapi juga simbol penghormatan terhadap mempelai wanita.

“Maskawin adalah hak mutlak mempelai wanita, namun kadar dan bentuknya harus disesuaikan dengan kemampuan pihak pria tanpa mengurangi esensi penghormatan terhadap nilai-nilai pernikahan,” jelas Jehan dalam penyampaiannya.

Kepala KUA Pabuaran, H. Muhamad Yusuf, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami konsep maskawin secara mendalam agar dapat memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. “Sebagai pegawai KUA, kita harus memahami hukum fiqh dengan baik, termasuk tentang maskawin, karena hal ini sering menjadi pertanyaan dari masyarakat. Dengan pengajian ini, diharapkan kita mampu memberikan panduan yang sesuai dengan syariat,” tuturnya.

Seluruh pegawai KUA Pabuaran tampak aktif dalam diskusi yang berlangsung setelah penyampaian materi. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait praktik penentuan maskawin di masyarakat dan cara mengatasi persoalan jika ada perbedaan pandangan di antara keluarga calon mempelai.

Kegiatan pengajian ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA. Dalam doanya, beliau berharap agar seluruh peserta pengajian mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu mengamalkannya dalam tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat di bidang agama.

Pengajian rutin ini merupakan salah satu upaya KUA Pabuaran untuk terus meningkatkan kapasitas dan wawasan para pegawainya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas. Dengan adanya pengajian ini, diharapkan pegawai KUA semakin siap dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan di tengah masyarakat.

Dokumentasi Kegiatan

Bagikan